Feedback

wajah

Fakhri Samadi   •  

Iwan, Penjual pel keliling - Dari Cirebon ke Makassar

Sinar cerah mentari setia menemani aktivitas warga Kota Makassar. Sesekali terik itu berdamai dengan mendung dan hujan yang tiba-tiba datang menyelimuti langit Kota Daeng. Meski demikian, seorang Iwan masih berharap ada berkah dari cuaca yang tak menentu di Kota Makassar ini. Pria asal Cirebon ini sudah dua minggu menapaki Makassar, berharap peruntungan baik dan memperoleh banyak rupiah di sini. Pel lantai lengkap dengan gagang berbahan kayu yang diikat rapi ia pikul tiap hari, kala berkeliling mencari pembeli. Hari ini ia telah berkeliling di sekitar wilayah Panaikang dan mengambil nafas sejenak di rindangnya pohon di perempatan Tello.

Iwan
Iwan
Ia lantas bercerita tentang kehidupannya di tanah Jawa. Dulu sebelum berprofesi sebagai pedagang keliling, ia adalah buruh bangunan yang biasa mengerjakan proyek megastruktur di Jakarta untuk menghidupi anak istrinya di Cirebon. Ketika akhir pekan tiba, ia menumpahkan kerinduan pada keluarga kecilnya dan menikmati kehangatan kasih mereka di dalam kesederhanaan. Namun kini, rasa rindu itu harus ia tahan hingga berbulan-bulan, karena pengembaraannya di tanah orang biasa ia lakukan hingga 2 bulan. “Kalo pulang tergantung kalo punya uang, paling lambat 2 bulan saya balik ke kampung”, ungkap pria bertubuh tegap ini.

Akhir tahun 2009 lalu ia memutuskan untuk mencoba profesi baru sebagai penjual alat pel keliling. Ia sudah mengunjungi Manado dan Gorontalo sebelum akhirnya merapat ke Makassar. Di kota daeng ia memilih tinggal di wilayah Daya dengan mengontrak sebuah rumah sederhana bersama teman-teman seprofesinya dari Jawa. Ia memulai perburuannya dari pagi hingga senja hari. Jika sedang beruntung ia mampu menjual semua alat pel yang ia pikul dengan berjalan kaki ke berbagai penjuru kota.  

Jauh dari Cirebon, menjual alat pel di Makassar.
Jauh dari Cirebon, menjual alat pel di Makassar.
“Kalo lagi rame bisa sampe 100 ribu mas, tapi kalo sepi hanya 20”, ungkap Iwan ketika ditanya soal pendapatannya. Ia menuturkan bahwa pembeli barang dagangannya itu sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan penglola gedung sekolah yang butuh alat pel untuk menjaga kebersihan lantai di tempat mereka.  Demi melariskan barang dagangannya, ia tidak hanya menjejaki Makassar, tetapi juga Maros bahkan Pangkep ia jelajahi demi rupiah yang diidamkan.

Pria ramah dan murah senyum ini juga bercerita, ada sekitar 20 pekerja sepertinya yang diutus oleh perusahaan tempat ia bekerja yang berkedudukan di Cirebon. “Saya kerjanya sama pabrik tempat jualan saya ini dibuat, dan sekitar 20 orang seperti saya ini disuruh keliling menjual barang ini.” Ketika target penjualan sudah dipenuhi, uang hasil penjualan ia setor pada bosnya yang ada di Ceribon, baru upah untuknya mengucur dari pemilik perusahaan tersebut. Ia tak menyebutkan jumlah yang diberikan, tetapi ia mengaku cukup untuk menafkahi istri dan anaknya di kampung halaman. Ia mengaku menikmati profesi barunya ini. “Senang aja mas, bisa lihat kota dan kondisinya beda-beda tiap tempat yang saya datangin”, papar Iwan bersemangat. Dan sekali lagi senyum khasnya ia lemparkan ikhlas di sela perbincangan.

Tetap optimis.
Tetap optimis.
Hari sudah menggapai tengahnya dan Iwan belum juga mendapatkan pembeli untuk dagangannya itu. Ia kemudian pamit untuk mengejar rupiah berikutnya dalam misinya kali ini di kota terbesar di Indonesia Timur. Topi berwarna biru dan sendal jepitnya akhirnya jadi benteng pelindung dari sengatan panas matahari dan uap panas aspal di siang itu. Semoga ia mendapatkan apa yang dicarinya dan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya tercinta di kampung halaman. Semoga.

 

 

 

Foto    : Fakhri Samadi
Lokasi    : Jl. Perintis Kemerdekaan. 10 Juni 2010.

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options