Feedback

kolom

Yuriadi   •  

Listrik Untuk Kita

Sebuah artikel menyentakkan saya: “Di Singapura yang berpenduduk hanya 4-5 juta jiwa listrik negaranya sebesar 5.000 MW, sedangkan di pulau Jawa yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa listriknya hanya 4.000 MW, bagaimana tidak Jawa selalu mengalami pemadaman bergilir.”

Listrik sebenarnya sumber energi paling hemat. Di negara-negara maju ada kereta listrik, ada monorel yang digerakkan oleh listrik (Singapura juga punya monorel yang digerakkan listrik). Kenapa demikian? Karena untuk membuat sebuah pembangkit tenaga listrik sumber bahan bakarnya tidak selalu harus dari minyak bumi yang tentu saja harganya akan terus naik sekalipun di medium tahun 2009 ini harganya agak turun secara internasional tapi itu tidak akan bertahan lama karena minyak bumi suatu saat pasti habis.
 

Di negara kita sendiri seorang ahli goefisika telah menemukan cara yang lebih murah untuk menambang listrik di lautan lepas, memanfaatkan gelombang laut.

 

Sementara untuk membangkitkan listrik sumber alternatifnya sangat banyak, seperti angin, panas matahari, gelombang laut, gas bumi, air, batu bara, dan masih banyak lagi yang belum dieksplor secara seksama. Indonesia sebagai salah satu negara dengan kandungan sumber daya alam yang begitu besar seharusnya bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan ini, sisa tergantung seberapa besar keinginan kita (baca: pemerintah Indonesia) untuk mulai melirik dan memperhatikan masalah ini dengan serius, mengingat semua sumber alternatif pembangkit listrik tersebut relatif tersedia di negara kita.

Coba bayangkan jika seandainya setiap wilayah di negara ini (dengan pembagian wilayah yang disesuaikan tentunya) memperoleh listrik dengan kapasitas minimal 10.000 MW maka begitu banyak keuntungan yang bisa kita peroleh. Kereta api tidak akan menggunakan lagi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ibu-ibu yang memasak di rumah tidak akan lagi menggunakan gas dan minyak tanah. Mobil-mobil dan kendaraan umum termasuk kendaraan transportasi massal-pun tidak lagi menggunakan BBM karena sumber energi kendaraan tersebut bisa diubah dari BBM ke energi listrik dimana SPBU-nya juga berubah menjadi SPBU listrik. Lalu darimana sumber energi untuk membangkitkan listrik yang begitu besar ini? Indonesia memiliki sumber daya alam yang begitu besar. Kita memiliki cadangan batu bara yang melimpah di Kalimantan. Sebagaimana yang kita ketahui batu bara jauh lebih murah ketimbang minyak bumi.

Wilayah negara kita lebih dari 70% adalah wilayah lautan, itu berarti kita bisa menambang listrik yang tidak terbatas lewat gelombang laut. Penambangan listrik menggunakan gelombang laut telah mulai diaplikasikan oleh beberapa negara maju. Di negara kita sendiri seorang ahli goefisika telah menemukan cara yang lebih murah untuk menambang listrik di lautan lepas, memanfaatkan gelombang laut. Sayang, pemerintah kita kurang memperhatikan penelitian ilmiah seperti ini dimana ahli tersebut mengembangkan terus penemuan ramah lingkungannya ini dengan biaya sendiri. Kita memiliki angin yang cukup kencang di beberapa wilayah negara ini. Belanda adalah negara yang giat memanfaatkan sumber daya angin mereka untuk menambang listrik, bahkan tercatat Belanda adalah negara yang kebutuhan listriknya di dunia ini sebagian besar dipasok oleh pembangkit listrik tenaga kincir angin. Kita juga memiliki gas bumi dan sumber daya air yang begitu melimpah. Semua pembangkit listrik tersebut adalah pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Tentu saja untuk beralih ke listrik, untuk menambang listrik dengan cara-cara di atas dibutuhkan investasi yang cukup besar, tetapi seyogyanya pemerintah kita mulai berpikir ke arah sana untuk secara bertahap mulai menerapkan sumber daya alternatif ini, mengingat kita telah memiliki bahan bakunya. Banyak negara maju yang mulai mempersiapkan diri beralih ke sumber energi alternatif setelah kita semua yakin suatu saat minyak bumi akan habis dan waktu itu sebenarnya sudah dekat tetapi mereka tidak memiliki bahan bakunya. Suatu saat ketika minyak bumi sudah habis maka ke-superpower-an suatu negara akan dilihat dari sudut sumber daya alam energi alternatifnya, mungkin di saat itu akan terpicu lagi Perang Dunia karena mau tidak mau manusia akan berupaya –bagaimanapun caranya- untuk bertahan hidup. Mencari sumber alternatif selain minyak bumi sudah harus dilakukan sesegera mungkin selain semua alasan di atas juga karena minyak bumi adalah sumber energi yang paling besar memberikan pengaruh negatif kepada planet ini dengan polusi dan pencemaran udaranya yang telah memicu pemanasan global dewasa ini.

Mahalkah menambang listrik? Bila kita melihat dari sudut rancang bangun proyeknya, maka tentu saja ini adalah proyek raksasa, tapi bila kita melihat dari sudut keuntungannya di kemudian hari ini adalah proyek yang murah. Dengan listrik yang memakai sumber daya alam di sekitar kita ini maka tentu nanti harganya akan lebih murah dengan kemampuan  dan manfaat yang jauh lebih besar ketimbang minyak bumi, selain itu energi listrik adalah energi yang ramah lingkungan. Tinggal kembali ke diri kita masing-masing, apakah mau bersenang-senang dulu lalu bersusah-susah kemudian atau bersusah-susah dulu lalu bersenang-senang kemudian. [] Yuriadi

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options