WARTEL HAMAS. Tak jelas mengapa pemilik wartel ini menamakan bisnis telekomunikasinya dengan nama HAMAS. Apapun alasannya, yang pasti wartel ini bukan anak cabang organisasi HAMAS. Pemiliknya anggota HAMAS? Jelas juga bukan! Ini bukti bahwa HAMAS juga ada di Makassar: WARTEL HAMAS.
Lokasi : Jl. Pengayoman - Makassar
Tanggal : 23 Februari 2009
Catatan:
HAMAS, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah yang secara harfiah berarti "Gerakan Perlawanan Islam". Hamas adalah gerakan dan partai politik Palestina berhaluan Islamis yang dibentuk pada 14 Desember 1987 untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina. Pada tahun 2006, partai ini memenangkan pemilu parlemen Palestina. Sejak awal Februari 2007, kelompok ini terlibat konflik dengan kelompok Fatah akibat kekalahan kelompok Fatah di pemilu parlemen 2006. Organisasi ini merupakan pengembangan dari Persaudaraan Muslim –yang berpusat di Mesir- cabang Palestina. Sebagai organisasi yang bersenjata, Hamas juga merupakan lembaga sosial (firqah ijtima'iyyah).
Tujuan pendirian Hamas tercantum dalam aktanya, yaitu "mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina". Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya dengan negara Islam. Hamas baru ini dibidani Yassin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq (insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog). Kepimpinan politik dari Hamas bisa dikatakan yang paling berkualitas di seluruh dunia.
Syekh Ahmad Yassin, salah satu pendiri Hamas, yang dibunuh Israel pada tanggal 22 Maret 2004, adalah seorang guru kelahiran 1 Januari 1929, yang mencatatkan organisasi Mujama al-Islami Hamas ini secara legal di Israel pada 1978. Hamas didirikan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap organisasi-organisasi perlawanan Palestina yang lebih dahulu dalam menghadapi Israel dinilai lembek dan cenderung kompromistis. [V] Dari berbagai sumber
Add your comment