Feedback

galeri

  •  

Sop Ubi Bau Mangga

Sop ubi bau mangga? Sop ubi macam apa itu? Bau Durian ada, ndak ya? Jangan salah. Penjual sop ubi di bilangan Jalan Jenderal Sudirman ini tak bermaksud melucu, atau benar menjual sop ubi beraroma mangga. Ini adalah cabang sop ubi yang terlebih dulu terkenal di Jalan Bau Mangga. Bau Mangga (dibaca Bau’ Mangga’) adalah nama sosok penting di Sulawesi Selatan yang diabadikan dalam nama jalan. Menarik juga; tapi asal jangan sampai “Sop Ubi Bau Sampah”..   [V]

Bau durian ada, ndak ya?
Bau durian ada, ndak ya?

 

 

Catatan

Sop Ubi Contoh Diversifikasi Pangan Yang Membudaya
Seringkali dalam berbagai kesempatan, ketika berbicara tentang pola makan ada yang nyeletuk “perut orang Indonesia kalau belum terisi nasi, dianggap belum makan”. Pola makan yang seperti ini yang menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi pada beras sebagai makanan pokok, padahal masih banyak makanan non beras yang bisa dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, sekaligus menaikkan prestise sumber-sumber pangan lokal.

Persediaan beras nasional, naik turunnya harga beras belakangan juga menjadi komoditas politik yang  pada ujungnya masyarakat kecil pula yang menjadi korban dan terancam pemenuhan kebutuhan pangannya. Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada beras sebagai sumber karbohidrat utama, pemerintah melalui Kementrian Pertanian bahkan mengembangkan empat sukses, satu diantaranya adalah percepatan diversifikasi pangan untuk menurunkan konumsi beras 1,5 % pertahun dan meningkatkan skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Berbicara pangan non beras dan diversifikasi pangan, saya teringat menu makanan dengan ubi sebagai sumber karbohidrat yang diperkenalkan Ibu Makassar saya yaitu sop ubi. Sop Ubi ini pula yang mengubah sikap saya terhadap umbi yang selama ini tidak saya sukai.

Sop Ubi
Secara citarasa sop ubi tidak berbeda jauh dengan sop pada umumnya, gurih, menyegarkan, dan nikmat disantap pada saat panas lengkap dengan sambal dengan sambal tomat. Bedanya, nasi yang biasa ditambahkan diganti dengan ubi rebus dan kemudian digoreng.  Meskipun ubi kandungan serat dan gizinya tidak sebaik beras, tetapi ketika bertemu dengan kaldu daging, tauge, daging, telur ayam, daun seledri, bawang goreng dan so’un menjadikan ubi sebagai sumber karbohidrat yang layak dikonsumsi sehari-hari tanpa khawatir kekurangan gizi. [V] Sumber Kompasiana.com

Fotografer: 
Zainal Rahman
Contact Info: 
Makassar

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options