Feedback

galeri

  •  

Pelanggaran Remeh Bermuara Masalah Besar

Di saat menjelang HUT Makassar ke-404, di beberapa titik kota, salah satunya di bilangan Jalan Riburane ini –tak jauh dari Kantor Wali Kota Makassar, pelanggaran masih sering terlihat, tersaji begitu saja di depan masyarakat. Apakah aturannya tidak ada? Jelas ada! Apakah ada ketegasan menerapkan aturan itu? Ini yang tidak ada!

Apa tidak jelas aturan dan pelanggaran yang dibuat(?)
Apa tidak jelas aturan dan pelanggaran yang dibuat(?)

 

 

Menjadi kebiasaan dan watak pemkot. Nampak latar belakang, gedung Kantor Wali Kota Makassar.
Menjadi kebiasaan dan watak pemkot. Nampak latar belakang, gedung Kantor Wali Kota Makassar.

 

 

Tertutup (tepatnya ditutup) oleh baliho komersial.
Tertutup (tepatnya ditutup) oleh baliho komersial.

 

 

Pelanggaran remeh yang bermuara pada masalah-masalah besar.
Pelanggaran remeh yang bermuara pada masalah-masalah besar.

 

 

Bayangkan, jika hal-hal sepele seperti ini terus dibiarkan, akhirnya menjadi kebiasaan dan watak pemerintah kota, yang bermuara pada masalah-masalah besar, seperti kesemrawutan, kemacetan, kota menjadi kotor, pelayanan pada masyarakat kendor, dan melahirkan oknum-oknum bermental kotor alias koruptor. [V]


Lokasi        :  Jalan Riburane - Makassar
Tanggal    :  29 Oktober 2011
 

Fotografer: 
Maysir Yulanwar
Contact Info: 
Makassar

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options