Pantauan Versi tentang pemasangan reklame di Makassar menunjukkan semakin tidak beres penanganannya. Pengawasan yang katanya akan lebih diperketat (dengan embel-embel) ditindak tegas, nyatanya hanya omong belaka. Seperti baliho di bawah ini. Jauh dari kepantasan cara pemasangan. Lokasinya pun tidak tepat. Lalu kemana Tim Terpadu yang katanya bertugas menindak dan menertibkan pemasangan reklame dan spanduk yang tidak sesuai dengan Perda dan peraturan wali kota? Mana Satpol PP?
Sekadar informasi, lokasi baliho perusak keindahan kota ini bukan terletak jauh dipinggiran kota, tapi di Jalan Arief Rate, di jantung Kota Makassar. Sangat dekat dari rujab wali kota, dan rumah tempat tinggal mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mustahil tidak terpantau oleh anggota Tim Terpadu.
Menjadikan Makassar sebagai Kota Dunia itu baik. Tapi bagaimana bisa menjadi kota dunia yang baik jika hal-hal sepele seperti ini tidak bisa dibereskan. Jangan berbicara yang besar-besar, kalau yang kecil-kecil (saja) belum bisa diselesaikan –yang bisa menimbulkan tertawaaan.
“Pak Wali, menjadi kota dunia itu butuh ketegasan, bukan hanya omong. Kota ini butuh karakter. Butuh ketegasan, dan ketegasan itu harus mulai muncul dari Anda. Sekarang, Makassar semakin semrawut dan macet dimana-mana. Kotor dan jauh dari ramah lingkungan. Itu semua karena tidak ada ketegasan. Anda, cuma bisa bicara tentang keinginan menjadikan Makassar kota dunia, tapi nampaknya Anda tidak mengerti apa sebenarnya kota dunia itu. Belajar darimana pun, kota-kota yang berpredikat terbaik di dunia, selalu dilandasi cuma satu: TEGAS menerapkan aturan (apapun). Itu saja.”
Kalau soal baliho saja Anda tidak bisa tegas, apa kata dunia?
Lokasi : Jl. Arief Rate dan Sultan Alauddin
Naskah : M. Yulanwar
Add your comment