Klenteng “Ma Tjo Poh” Ibu Agung Bahari dibangun pada tahun 1738 oleh keturunan Tionghoa di Makassar bernama Kapitan Lie Lu Chang. Bergaya arsitektur China, gedung ini dibangun untuk memuja Dewi Ma Tjo Poh yang dipercaya sebagai Dewi pembawa berkah dan keselamatan di laut; kini tetap difungsikan sebagaimana awalnya. Luas bangunan 140 m2, berdiri di atas tanah seluas 660 m2. Klenteng Ma Tjo Poh dibangun oleh keturunan Tionghoa di Makassar oleh Kapitan Lie Lu Chang. Bangunan ini terdiri atas 4 bagian: bagian depan berupa halaman (gapura utama). Unit utama (pusat klenteng) yang terdiri atas teras, bagian tengah dan bagian dalam pada bagian kiri (sayap kiri) terdapat kamar yang saling berhubungan, dan bagian ujung belakang sebagai ruang sembahyang. Klenteng Ma Tjo Poh dibangun untuk memuja Dewi Ma Tjo Poh yang dipercaya sebagai dewi pembawa berkah dan keselamatan di laut. Klenteng dipugar pada tahun 1805, 1831, dan 1867. Sebagai peninggalan sejarah, Klenteng Ma Tjo Poh (Thian Ho Kong) dilindungi undang-undang dengan nomor register 342 oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara.(V)
Data: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Add your comment