Feedback

galeri

  •  

Jalan Mulus di-Hotmix

Apakah pembangunan sama seperti cinta, tidak mengenal logika? Mungkin saja. Tapi kota apa yang pembangunannya tidak mengenal logika? Jawabnya, pembangunan yang dilakukan di Makassar.

Jalan mulus kok dihotmix? (Ariane Mays. 29 Mei 2010)
Jalan mulus kok dihotmix? (Ariane Mays. 29 Mei 2010)

 

Banyak jalan di kota ini yang perlu diperbaiki; berlubang bagai kubangan kerbau di saat musim hujan, dan berdebu saat kemarau memanggang kota. Ironinya, tak sedikit jalan yang bernasib naas ini sudah berlangsung belasan hingga puluhan tahun tak kunjung diperbaiki. Sementara ‘hebatnya’,  jalan baik nan mulus justru dilapisi dengan aspal hotmix yang padat, gemuk.  

...sementara jalan ini dibiarkan. (Allan. 29 Mei 2010)
...sementara jalan ini dibiarkan. (Allan. 29 Mei 2010)

 


Pemborosan? Sudah jelas, jika dilihat dari perspektif kebutuhan masyarakat akan jalan-jalan mulus. Mereka membayar pajak kendaraan dan pajak-pajak lainnya. Tapi bagaimana dengan perspektif oknum penguasa di balik proyek hotmix jalan mulus ini? Ini bukan pemborosan. Ini justru penghematan.  

Penghematan? Bagaimana ceritanya?

Ada apa-apanya. (Ariane Mays. 29 Mei 2010)
Ada apa-apanya. (Ariane Mays. 29 Mei 2010)

...kalau yang ini (tetap berlubang) ndak apa-apa . (Allan. 29 Mei 2010)
...kalau yang ini (tetap berlubang) ndak apa-apa . (Allan. 29 Mei 2010)

 

Ilustrasinya seperti ini. Ada sejumlah dana perbaikan jalan. Biasanya sisa anggaran yang harus ‘dihabiskan’. Agar anggaran itu tidak menguap begitu saja –dan ada alasan untuk mengantonginya secara legal- dicarikanlah pekerjaan. Singkat cerita, di-hotmix-lah jalan-jalan yang sudah mulus. Kenapa bukan jalan-jalan yang rusak? Simple. Karena jalan yang rusak memakan ongkos yang besar dan waktu yang lama. Ini bukan soal ketidakcukupan dana, tapi agar tak banyak dana yang terpakai –sisanya bisa masuk ke kantong, tentunya dengan jumlah yang banyak tanpa bekerja lebih keras.

Begitu ceritanya, hasil bisik-bisik dari orang dalam juga. Asyikkan!

Wali kota tidak tahu? Luar biasa! (Ariane Mays. 29 Mei 2010)
Wali kota tidak tahu? Luar biasa! (Ariane Mays. 29 Mei 2010)

Bandingkan dengan jalan ini. (Allan. 29 Mei 2010)
Bandingkan dengan jalan ini. (Allan. 29 Mei 2010)

 

Ini baru masalah jalan. Masih banyak masalah pembangunan lainnya yang sama sekali jauh dari kelogisan berpikir manusia waras. Makassar dibangun tanpa logika, itu sudah biasa. Selanjutnya, seperti apa kota ini jadinya, ikuti saja terus perkembangan kota yang semakin semrawut ini.  
 

Lokasi : Jl.Veteran Selatan (mulus) – Jl. Paccerakkang (berlubang)
Naskah : M. Yulanwar

Fotografer: 
Ariane Mays / Allan
Contact Info: 
Makassar

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options