

Sejarah Fort Vreedeburg te Makassar dimulai tiga tahun setelah pengusaha Belanda mendirikan perkumpulan Dagang Hindia Timur (Verenigde Oost-Indie Compagnie, disingkat VOC) pada tahun 1602. Bermaksud menjalin hubungan perdagangan dan persahabatan dengan Kerajaan Makassar, pada tahun 1605 VOC mengirim utusannya ke Makassar untuk memohon kepada penguasa kerajaan agar dapat memperoleh tempat untuk membangun loji. Mereka memohon diberikan sebidang tanah, tidak luas, hanya sebesar lingkaran mata uang (ronde van de duit). Permohonan itu dikabulkan. Raja Gowa-Tallo pun meminta kepada dewan hadat (Bate Salapang) untuk bersama-sama pengusaha Belanda itu mencari tanah untuk lojinya sesuai permohonan. Pengusaha Belanda itu memilih tanah yang terletak pada bagian timur Karebosi. (Edward Poelinggomang).
Pilihan tempat itu tidak berkenan dengan pendapat para dewan hadat, namun karena raja memerintahkan untuk bersama-sama mencari maka mereka tidak dapat menolaknya. Raja Gowa-Tallo pun bertitah "Saya hanya mengatakan satu kali, biarkan saja hal itu. Tetapi saya akan mengusir mereka." (Matthes, 1943:413). Pengusaha Belanda berlaku licik di area tanah tersebut. Raja Gowa-Tallo murka. Penguasa Makassar membuktikan titahnya. Para pengusaha Belanda diusir dan menutup loji VOC yang dibangun pada 1605.
Pertentangan dan sikap permusuhan yang terjadi antara pihak pemerintah Kerajaan Makassar dan VOC itu akhirnya bermuara pada Perang Makassar (1666-1667;1668-1669). Perang ini berakhir dengan kekalahan Kerajaan Makassar dan sekutu-sekutunya. Pihak VOC berhasil memaksa untuk menduduki Benteng Jungpandang. Admiral Cornelis Speelman menetapkan memiliki dan menguasai Benteng Jungpandang dan daerah sekitarnya, termasuk tempat pertama dibangun loji Belanda yang dibangun melingkar seperti mata uang. Ia selanjutnya merancang kota baru dari runtuhan kota dagang Makassar pada tahun 1670. Benteng Jungpandang dijadikan markas VOC dan diganti namanya menjadi Fort Rotterdam.
Dalam perkembangan kemudian, untuk menjamin keamanan dan ketenteraman kegiatan pegawai VOC di kebun kompeni dan melindungi Benteng Rotterdam, pihak VOC membangun sebuah benteng di bekas loji VOC yang dinamakan Fort Vreedeburg (biasa juga disebut Fort Vredenberg) dan menghadiahinya kepada Aru Pallaka. Fungsi utama Fort Vreedeburg te Makassar adalah melindungi Belanda dari serangan Kerajaan Gowa. Agar kuat, dengan cerdik Belanda menaruh orang-orang Aru Palakka di sekitar benteng tersebut. Benteng ini oleh penduduk sering disebut benteng tanga, juga sering disebut Benteng Rondai (ronde van de duit) karena menyerupai lingkaran mata uang.
Konon, Fort Vreedeburg te Makassar berhubungan langsung dengan Fort Rotterdam. Kedua benteng ini dihubungkan oleh sebuah terowongan, semacam ruang bawah tanah yang melintas di perut Karebosi.[V]
Add your comment