Ini tanpa disengaja. Niat fotografer VERSI Ariane Mays, sebenarnya mau mengambil gambar aktivitas pedagang kelapa saat menurunkan angkutannya. Ariane mengaku heran, saat tahu difoto, mereka menghentikan aktifitasnya; mimik yang awalnya manis, ceria, mendadak kecut, tegang. Mendapati perlakuan tidak biasa seperti ini, fotografer VERSI mendekat, memberi salam ‘senyaman’ mungkin.
“Kelapa ini dari Jeneponto, ya Pak?” tanya Ariane basa-basi.
Mereka tak membalas. Yang keluar hanya senyum kaku yang dipaksa.
Beberapa detik kemudian…
“Begini, pak.. sebenarnya mobil ini mobil ditahan, trus kita pake’. Maaf skali, pak.. plat merah. Mobil ini sebenarnya ditahan..” Salah seorang dari mereka mendadak buka mulut. Raut wajahnya bagai patung lilin yang meleleh, minta dimengerti. Teman-teman lainnya mengangguk. Meski senyum mereka masih kaku, tapi tatapan mereka sudah terlihat tenang.
Ariane kaget. “Hah! Plat merah! O, iya..ya!”, bathinnya.
“Ndak pa-apa, silakan dilanjut, Pak..” jawab Ariane lalu mengambil gambar sepuasnya.
Berbicara tentang mobil dinas, jadi ingat Baharuddin Lopa, yang begitu keras dan tegas melarang istrinya memakai kendaran dinas ke pasar apalagi acara keluarga. Aturan ini sama tegasnya diberlakukan kepada anaknya: “Dilarang memakai kendaraan dinas! Titik”.
Ini mobil dinas apa ya? [V]
Lokasi : Jl. Ujungpandang
Tanggal: 9 Agustus 2009
Naskah : M. Yulanwar
Add your comment