Feedback

artikel

Khairil Anas   •     •  

Slogan Keliru “Makassar Menuju Kota Dunia”

Slogan “Makassar Menuju Kota Dunia” tentu sudah sering kita dengar. Slogan yang jauh melambung ke depan, di tengah kenyataan kota yang kini terserang ‘5 SEMAKIN’:  Semakin semrawut, semakin macet, semakin kotor, semakin tak nyaman, dan semakin tidak jelas mau dibawa kemana.

Slogan keliru. Tamparan untuk sejarah.
Slogan keliru. Tamparan untuk sejarah.

 


Tapi tahukah Anda bahwa slogan itu, selain narsis, juga keliru?

Sekadar menyegarkan kembali ingatan kita mengapa HUT Kota Makassar jatuh tanggal 9 Nopember: Pada seminar “Mengkaji Ulang Sejarah Kelahiran Makassar”, di Hotel Sahid Makassar, 27 Nopember 1999, para pakar sejarah dan budayawan sepakat hari kelahiran Kota Makassar jatuh pada 9 November 1607. Alasannya, itu momentum kearifan sekaligus keberanian Raja Gowa dan Tallo menjadikan Makassar sebagai kota dunia dengan menerima siapapun beraktivitas di kota tersebut, tanpa melihat suku, agama dan kebangsaan. Saat itu Makassar dianggap telah menjelma menjadi kota plural yang maju, sebuah ciri kota yang beradab.

 

Merayakan HUT Kota Makassar yang ke-404 dengan menyebut-nyebut kalimat ‘Menuju Kota Dunia’ adalah tamparan untuk sejarah kota ini dan para ahlinya



Selanjutnya di tahun 1735 Bandar Makassar, teritori antara muara Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo yang dilindungi hamparan benteng-benteng kokoh sepanjang garis pantainya, sudah menjadi kota metropolitan kelas dunia. Raja Gowa-Tallo ketika itu menerapkan kebijakan ”pintu terbuka” dan prinsip ”laut bebas” yang kondusif menjadi pusat niaga bagi pedagang-pedagang dari Portugis, Melayu, Belanda, Inggris, Spanyol, Denmark dan Cina.

Potret Makassar yang (kata wali kota) “Menuju Kota Dunia”
Potret Makassar yang (kata wali kota) “Menuju Kota Dunia”
Merujuk alasan ini, setiap 9 November datang setiap tahunnya, sebenarnya yang kita rayakan adalah Makassar (sebagai) Kota Dunia. Lalu untuk  apa  Makassar menuju kota dunia, sementara sudah dialaminya sejak 4 abad yang lalu?  Makassar sudah lama dikenal, diakui dan dikagumi dalam percaturan dunia. Yang tepat adalah mari kita bangun kota ini dengan semangat kearifan sejarah yang disesuaikan dengan kekinian jaman. Mari kita bangun kota ini dengan jiwa kepemimpinan para leluhur kita di masa lalu, yang mampu membawa kota ini diakui sekaligus disegani di percaturan dunia internasional.

Jangan mengecilkan peran dan watak kota ini dengan kata menuju. Kita sudah dan sedang berada di dalamnya. Tugas pemimpin sekarang dan yang akan datang adalah menjaga dan meningkatkannya.

Merayakan HUT Kota Makassar yang ke-404 dengan menyebut-nyebut kalimat “Menuju Kota Dunia” adalah tamparan untuk sejarah kota ini dan para ahlinya. Para pakar sejarah memilih tanggal 9 November karena Makassar saat itu sudah menjadi kota dunia, sementara wali kota, di banyak kesempatan, mengulang-ulang kalimat keliru itu. [V] 

No comments

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options