Feedback

artikel

  •  

Sistem Kebersihan di Belanda “Dicari Kota Paling Kotor”

Muhammad Ridwan Thahir - Koresponden Versi di Belanda

Tempat sampah adalah salah satu bagian terpenting dalam sistem kebersihan dimana saja kita berada. Rumah tangga adalah basis dari kebersihan sebuah lingkungan, kota, provinsi dan pada akhirnya kebersihan sebuah negara. Atas dasar itulah Belanda memberlakukan sebuah sistem kebersihan yang dimulai dari rumah tangga. Setiap rumah tangga di Belanda memiliki tempat sampah yang diberi nama KLIKO.

Petugas Kebersihan Belanda. "Bersih dan Rapi".
Petugas Kebersihan Belanda. "Bersih dan Rapi".
Kliko terdiri dari tiga tempat sampah dalam satu unit rumah tangga. Kliko warna hitam, hijau, dan biru. Kliko hitam untuk sampah basah, yang hijau untuk sampah dari taman (seperti sisa-sisa tanaman, ranting pohon, maupun tanah), sementara yang biru untuk sampah berupa kertas dan karton. Setiap rumah tangga harus patuh pada peraturan ini. Bila tidak, pada saat tertentu bisa diadakan kontrol oleh Polisi Lingkungan (Milieu Politie); mendatangi rumah yang melanggar, dan diberi denda (boete) bila perlu.

Pengambilan sampah oleh truk sampah dilakukan bergilir tiap minggu (sistem kalender), bila minggu ini kliko hitam, maka minggu depannya kliko hijau, minggu depannya lagi kliko biru, begitu seterusnya. Semalam sebelumnya, kliko-kliko tersebut dibawa oleh setiap rumah tangga yang memiliki sampah di tempat penampungan khusus, biasanya di pinggir jalan.

Depo botol kaca.
Depo botol kaca.
Truk sampah didisain khusus untuk kliko tersebut, dimana tukang sampah (vuilnisman) tak sedikitpun menyentuh sampah, dan sampah tidak berceceran di jalanan. Setiap truk sampah diawaki oleh satu orang sopir dan dua tukang sampah. Bila sudah memasuki lingkungan perumahan mereka bergelantung di sisi belakang truk sehingga mudah meloncat bila sudah sampai di tempat penampungan kliko. Di belakang truk itu terbuka setengah, jadi tumpukan sampah tidak terlihat dari luar.  Dengan begitu tak akan pernah terlihat sampah-sampah rumah tangga berserakan dimana-mana, baunya pun tidak pernah tercium. Dan satu yang tegas: DILARANG KERAS MEMBAKAR SAMPAH! Bisa kena denda sampai ratusan euro (puluhan juta rupiah).

Setelah semua sampah terkumpul, maka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak di tanah lapang seperti di Makassar dan kota-kota besar di Indonesia lainnya, tapi di pabrik sampah. Sampah-sampah tersebut didaur ulang (hergebruiken) dan dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Depo pakaian.
Depo pakaian.
Baju Bekas Dibuang Kemana?

Baju-baju bekas tidak bisa dibuang sembarangan. Biasanya di sini bila setiap pergantian musim, mereka rata-rata membeli baju baru dan baju yang tidak sesuai dengan musim tertentu akan disimpan atau bila tidak akan menjadi baju-baju bekas. Kembali lagi di setiap lingkungan ada depo-depo khusus untuk baju bekas. Di depo-depo itu tertulis "Baju-baju bekas ini akan dikirim ke Dunia Ketiga" –yang konon kabarnya baju-baju bekas ini banyak diperjualbelikan di Indonesia. Di Makassar baju-baju bekas ini datang berkarung-karung, sehingga disebut baju CAKAR, baju “Cap Karung”.  Ada juga Yayasan-yayasan khusus yang menampung baju-baju bekas untuk dikirim ke negara-negara yang sedang mengalami bencana alam.

Kliko Hijau.
Kliko Hijau.
Bagaimana dengan Kebersihan Kota?

Tanggung jawab kebersihan kota ditangani penuh oleh Dinas Lingkungan Kota (Milieu Dienst). Pada waktu-waktu tertentu jalanan disapu dengan mobil khusus yang menyapu jalan. Jadi tidak ada lagi tukang sapu jalanan. Sapunya berputar-putar menyisir jalanan dan langsung mengisap sampah, lalu ditampung di bak penampungan di belakang mobil tersebut.

Hampir di setiap sudut jalan di sini terdapat tempat sampah, dan bila sudah penuh ada mobil khusus yang mengosongkannya pada saat tertentu. Tugas untuk para pekerja ini terasa lebih berat bila musim gugur tiba. Dimana-mana pepohonan pada merontokkan daunnya. Pemandangan ini biasanya ditemui di akhir bulan September sampai akhir Oktober. Setelah semua pohon-pohon dipinggir jalan gundul tanpa daun lagi, barulah mereka membersihkan jalanan tersebut.

Sistem Drainasenya Bagaimana?
Belanda tidak mengenal got terbuka seperti di Indonesia dan Makassar khususnya. Semuanya got berada di bawah tanah. Jadi semua limbah buangan rumah tangga langsung dialirkan lewat got-got bawah tanah tersebut. Juga air hujan langsung dialirkan dari got-got ini ke tempat pembuangan akhir. Jadi jangan heran bila di sini tidak pernah terdengar adanya banjir akibat got mampet lantaran tersumbat sampah.

Utamanya di kota-kota besar yang memiliki kanal seperti Amsterdam, Den Haag, dan Utrecht, kanal-kanal tersebut dijaga kebersihannya dengan alat-alat keruk khusus. Kanal ini sangat bersih dan bisa dilewati oleh motor boat, perahu pesiar dan perahu wisata. Utamanya Amsterdam yang terkenal dengan kanal-kanalnya yang bersih. Kita bisa mengelilingi Kota Amsterdam dengan perahu-perahu wisata lewat kanal-kanal tersebut.

Teknologi Maju (Hi-Tech) di Bidang Persampahan
Mobil sampah dan penyapu jalan.
Mobil sampah dan penyapu jalan.
Sistem ini sudah diterapkan di Kota Almere, Provinsi Flevoland. Tempat sampah yang berada di pusat kota dibuat sedemikian rupa sehingga bila tempat sampah sudah penuh, maka sampah-sampah akan jatuh ke lubang yang kemudian dialirkan lewat pipa bawah tanah. Dengan alat automatis  (mungkin semacam rel berjalan) yang menggerakkan sampah dengan kecepatan 60 km perjam sampai ke tempat pembuangan akhir. Jadi tidak dibutuhkan lagi tenaga manusia, mobil sampah bahkan menjadi barang yang tidak berguna lagi.

Adakah Piala Semacam Adipura di Belanda?
Untuk piala semacam Adipura tidak dikenal di sini. Kenapa? Selain semua kota di Belanda menerapkan sistem kebersihan di atas, masyarakat Belanda juga sudah sangat sadar akan arti hidup bersih. Makanya piala penghargaan semacam Adipura tidaklah ada artinya. Kalaupun (dipaksa) ada di Belanda, yang bisa dicari adalah kota yang paling kotor bukan kota yang paling bersih seperti di Indonesia.

Inilah sekelumit sistem kebersihan di Negeri Belanda yang bisa menjadi bandingan (studi banding) untuk Makassar yang telah kehilangan mahkota Piala Adipura yang pernah diraihnya.[V] 

2 comments

Muhammad Ridwan Thahir's picture
Muhammad Ridwan Thahir wrote 1 year 42 weeks ago

Buat Kru Majalah Versi, Salam

Buat Kru Majalah Versi, Salam Musim Panas dari Holland ...

VERSI's picture
VERSI wrote 1 year 41 weeks ago

Salam hangat kembali. Di

Salam hangat kembali. Di Makassar sedang musim kemarau basah (kemarau yang diselingi hujan, kata ahli meteorologi). VIVA VERSI.

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options