Feedback

artikel

Maysir Yulanwar   •     •  

Langit Makassar Saat 11.11.11. Bermakna apa?

Tepat sebulan yang lalu, tanggal dengan angka berulang 11.11.11 telah lewat berlalu. Tak ada hal yang istimewa atau hal aneh yang terjadi saat itu; tak ada kiamat seperti yang disebar oleh mereka yang senang dengan cerita sensasi. Yang ada hanya euforia pesta perkawinan, selamatan kantor baru, dan semacamnya.

Cahaya Versus Kegelapan

Namun di luar dari ketiadaan hal yang istimewa itu, kaum numerologists percaya semua nomor memiliki arti. Dalam kata-kata seorang pakar abad ke-16, Petrus Bungus, angka 11 tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang transenden atau mistis (divine things). Karena angka 11 terjebak antara nomor 10 dan 12 yang diyakini sebagai angka istimewa.

“Dengannya angka 11 adalah bermakna kejahatan murni (pure evil), dan mewakili orang-orang berdosa. Artinya, bukan pertanda baik untuk 11 November 2011, tanggal ketika tiga 11 akan menyelaraskan untuk pertama kalinya dalam satu abad”, ungkap Bungus.

Pada abad pertengahan, para numerolog percaya bahwa angka-angka memiliki aspek positif dan negatif, kecuali pada angka 11. Petrus bungus, seorang cendikia abad ke 16 mengatakan. "11 tidak memiliki kaitan dengan kedewaan, tak ada jalan untuk mencapai yang lebih tinggi, maupun keluhuran. Terjebak di antara angka suci 10 dan 12, angka 11 murni melambangkan kejahatan dan para pendosa." Demikian dilansir melalui Msnbc, Jumat (11/11/2011).

Namun, mitologi yang paling berpengaruh dalam 11.11.11 ini bisa dikatakan berasal dari suku Maya. Hitungan dalam kalender suku Maya berakhir pada tanggal 21 Desember 2012, dan beberapa orang mempercayai akan munculnya sebuah era spiritual baru, bahkan terjadinya kiamat. Tanggal hari ini sepertinya jadi dikaitkan dengan 21 Desember 2012 ketika mereka yang mempercayai fenomena tersebut menyadari bahwa U.S. Naval Laboratory memperkirakan waktu terjadinya garis balik matahari musim dingin adalah pukul 11:11 waktu universal, pada tanggal 21 Desember 2012.

 

Jika dipisah (1 + 1 = 2) maka akan ditemukan dualitas yang saling berhadapan: Tuhan dan Iblis. Cahaya versus Kegelapan



Dalam ilmu perbintangan (Astrologi), sebagai basis dari Numerologi, angka 11 biasanya menunjukkan Pemimpin. Angka 11 juga merepresentasikan Dosa, Pelanggaran, dan Risiko. Jika angka 10 melukiskan kesempurnaan, maka angka 11 menyimbolkan sesuatu yang lebih. Jika dipisah (1 + 1 = 2) maka akan ditemukan dualitas yang saling berhadapan: Tuhan dan Iblis. Cahaya versus Kegelapan.

Uniknya, kata “Allah” terdiri dari empat huruf, yaitu satu alif, dua lam dan satu ha. Nomor urut huruf hijaiyah alif yaitu 1, lam 23, dan ha 27. Jadi, jika keempat huruf tersebut dijumlahkan (1+23+23+27) menghasilkan angka 74. Hasil ini jika dipisah menjadi: 7+4=11. Sementara kata “Iblis” dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali. Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali (11×8), dan kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali (11×8).

Fakta lain yang terungkap sebagai mukjizat Al-Qur’an adalah adanya 26 surat-surat Al-Qur’an, yang baik jumlah ayat, kelipatan jumlah ayatnya, maupun digit dari jumlah ayat yang dijumlahkan semuanya mengandung angka 11. Penjumlahan dari ke-26 nomor surat ini pun mendapatkan angka 1244, yang bila dipisah untuk dijumlahkan menjadi 1+2+4+4=11.

Keteraturan luar biasa dengan angka kunci 11 sebagai acuan ditemukan pula  pada penempatan nama-nama Allah dalam surat-surat bernomor kelipatan 11 dan surat-surat dengan jumlah ayat kelipatan 11. Jumlah nama Allah (di luar Basmalah) pada kelompok surat-surat ini adalah tepat habis dibagi angka 11, yaitu 946 (11×86).

Khusus pada surat-surat dengan nama benda-benda langit tunggal, Allah SWT  menempatkan nama-Nya sesuai dengan angka kunci 11. Surat-surat tersebut terdiri dari tiga, yaitu An-Najm (bintang), Al-Qamar (bulan), dan Asy-Syams (matahari). Dari ketiga surat ini didapat jumlah nomor surat 198 (11×18), jumlah ayat 132 (11×12), dan jumlah nama Allah 11 (11×1).

Langit Makassar saat 11.11.11
Pertanyaan sederhana kemudian muncul, jika sedemikian ‘berartinya’ angka 11 itu, lalu bagaimana keadaan Makassar saat 11.11.11? Ternyata biasa saja. Kecuali –kalau ini pantas dianggap sebagai pengecualian- langit Makassar saat itu dipenuhi awan yang membentuk gambar menarik, entah bermakna apa.

Seperti gambar awan di bawah ini, awan di langit Barat Makassar membentuk serupa ‘malaikat’ yang hendak menukik ke permukaan.

Malaikat sedang menukik ke permukaan.
Malaikat sedang menukik ke permukaan.

 

 


Sementara di langit Timur membentuk lubang berbentuk segitiga. 

Segitiga di langit Timur Makassar.
Segitiga di langit Timur Makassar.

 

 


Di saat yang bersamaan, di langit Selatan awan menggumpal bagai asap letusan bom atom yang membentuk cendawan.

Asap letusan bom atom yang membentuk cendawan.
Asap letusan bom atom yang membentuk cendawan.

 

 


Dan di langit Utara, awan membentuk bagai ‘mahkota’ (atau tiga naga yang saling berhadap-hadapan?)

Mahkota di langit Utara Makassar. Tiga naga yang saling berhadapan?
Mahkota di langit Utara Makassar. Tiga naga yang saling berhadapan?

 


Apapun itu, ini hanya kejadian alam yang biasa. Sekadar untuk ditampilkan sebagai pengingat saja, bahwa tanggal yang terjadi –yang hanya sekali seumur hidup itu, yakni 11.11.11, Tuhan membentuk awan seperti itu di langit Makassar.

Hal ini oleh pendapat psikolog bisa menyebutnya sebagai kasus klasik dari “apophenia,” atau kecenderungan manusia untuk menemukan makna atau pola dalam data (bahkan gejala alam) yang terjadi secara acak.

Kondisi ini terjadi secara sendirinya, karena ketika kita lebih sadar terhadap sesuatu –seperti memaknai makna 11.11.11 - maka semakin sering kita akan melihat dalam dunia di sekitar kita, dan dengan demikian kita semakin yakin bahwa pola tersebut adalah nyata. Tak ubahnya hantu, sosok yang tidak ada, tetapi ketika kita yakin, maka akan begitu nampak pada yang meyakininya. Itulah apophenia.

Menurut Alan Lenzi, profesor studi keagamaan di University of the Pacific yang mempelajari naskah-naskah numerologi dari kitab-kitab suci, ia menyebutkan bahwa ini terkait dengan kecenderungan alami manusia dalam mencari makna terhadap sesuatu.

“Ilmuwan telah menunjukkan bahwa otak manusia terprogram untuk mencari pola yang bermakna dalam data sensoris yang dikumpulkan dari dunia”, ungkapnya. Dalam kebanyakan situasi, aspek kognitif ini membantu kita untuk memungkinkan diri mengambil informasi penting dari latar belakang angka acak. Tapi kadang-kadang berlebihan dengan mencari pola pada angka-angka. Setelah ditemukan, pola-pola tersebut kemudian dijiwai dengan makna imajinatif.

 

Siapa mereka yang Allah maksud merugi? Mereka yang berlaku curang (menghalangi orang dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok)


11.11.11. Menurut Al Quran
Yang menarik diketahui, jika kita merujuk dari angka 11.11.11 dan menghubungkannya ke dalam Al-Quran: Surat ke-11 adalah Surah Huud yang membahas tentang “Bukti-bukti Keesaan dan Kekuasan Allah. Sementara ayat ke-11 (dari Surat Huud) membicarakan tentang keutamaan sabar dalam menghadapi bencana, mengerjakan amal-amal saleh untuk memperoleh ampunan:

“Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar” (11:11). 

Dan ayat ke 22 (hitungan ke 11 dari ayat ke-11) yang membicarakan tentang kepastian merugi mereka di akhirat: 

“Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi” (11:22). Siapa mereka yang Allah maksud merugi? Mereka yang berlaku curang (menghalangi orang dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok), (ayat 19, 20).

Tapi jika dari ayat ke-11 surat ke-11, kita melompat ke hitungan ayat ke-2011, ternyata tiba di Surat 28 Al Qashash, ayat 43, yang berbunyi: “Dan sesunguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.”

Mengapa tentang kisah Nabi Musa? Kaum Nabi Musa dikenal sebagai kaum yang cerdas, yang kerap bersumpah dan berjanji, namun sering ingkar, saling melempar kesalahan dan lari dari tanggung jawab. Persis umat manusia jaman sekarang, khususnya di Indonesia, di Sulsel, di Makassar. [V] Maysir Yulanwar (Dari berbagai sumber)

1 comment

yaszero's picture
yaszero wrote 20 weeks 4 days ago

bagus fotonya.. :)makassar

bagus fotonya.. :)makassar 111111?? biasaji..

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options