Feedback

artikel

Fakhri Samadi   •     •  

“Kalau Ada Rumah Sakit, Masa’ Ada Konser Di Depannya”

Direktur RS. Stella Maris, dr. Thomas T. Suharto, MMR

KEBIJAKAN revitalisasi Wali Kota Ilham Arif kembali menuai kontroversi, kali ini objek revitalisasi yang menjadi sorotan adalah peruntukan Anjungan Pantai Losari sebagai arena konser musik. Terang saja, Anjungan Pantai Losari ini yang persis berhadapan dengan Rumah Sakit Stella Maris acapkali memuntahkan suara menggelegar yang tentu saja mengganggu ketenangan pasien yang sedang menjalani perawatan. “Sampai saat ini saya tidak mengarang-ngarang, banyak sekali pasien yang komplain karena sangat terganggu akan keributan yang ditimbulkan. Sebenarnya untuk membunyikan klakson saja di depan rumah sakit, dipasang rambu larangan membunyikan klakson untuk menjaga ketenangan rumah sakit”, ungkap dr. Thomas T. Suharto direktur Rumah Sakit Stella Maris.

Suasana di kamar VIP RS Stella Maris dan Anjungan nampak dari jendela.     "Betapa mengganggunya.." (Foto M. Yulanwar)
Suasana di kamar VIP RS Stella Maris dan Anjungan nampak dari jendela. "Betapa mengganggunya.." (Foto M. Yulanwar)

 

Ketika ditemui di ruang kerjanya di dalam kompleks Rumah Sakit Stella Maris, pria yang baru setahun menjabat sebagai direktur RS Stella Maris ini, mengungkapkan berbagai persoalan dan tantangan yang ditemuinya selama menahkodai RS Stella Maris selama ini kepada wartawan VERSI Fakhri Samadi. Berikut petikan wawancara selengkapnya:

Dalam catatan sejarah, RS Stella Maris adalah rumah sakit pertama yang dibangun di Makassar. Menurut Anda apa peran rumah sakit ini ketika itu?
Berdasarkan sejarahnya, Stella Maris diawali oleh kedatangan suster-suster Belanda yang datang ke Makassar dan melihat situasi Kota Makassar yang membutuhkan tempat pengobatan bagi warga. Kemudian mereka membuat suatu rumah sakit kecil untuk merawat warga kota yang sakit, karena pada saat itu saran dan prasarana kesehatan belum memadai. Visi dan Misi dari RS ini adalah selalu siap sedia memberikan pelayanan kesehatan kepada segenap warga kota Makassar dan seluruh masyarakat Indonesia.

Ini kan sudah jadi norma umum dunia, kalau ada rumah sakit, masa’ ada konser di depannya, secara moral kan ini sudah tidak benar


Inikah alasan sehingga ia bangun di pesisir Pantai Losari, dengan view lautnya?
Pelaku sejarah RS ini sudah tidak ada, saya tidak tahu persis soal pemilihan tempat ini. Apakah ini hanya kebetulan saja, karena sebelum Indonesia merdeka, daerah pesisir ini belum seperti sekarang dan masih lengang dan kosong serta belum terpikirkan bahwa wilayah ini kan menjadi pusat keramaian. Tapi setahu saya, rumah sakit ini sedari awal sudah melayani masyarakat yang datang dari pulau-pulau yang dekat dari Makassar. Saya yakin dan percaya para pendiri RS ini tidak ada maksud untuk menguasai suatu wilayah strategis, hanya semata-mata dilandasi kasih untuk melayani dan membantu sesama. Seiring dengan perkembangan kota, wilayah ini menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini menjadi ramai dan semrawut.

Dr. Thomas T. Suharto, direktur Rumah Sakit Stella Maris. (Foto Fachri Samadi)
Dr. Thomas T. Suharto, direktur Rumah Sakit Stella Maris. (Foto Fachri Samadi)
Atas nama modernisasi, Anjungan Pantai Losari dan beberapa anjungan lainnya dibangun persis di depan Stella Maris. Saat hendak dibangun, apakah para petinggi rumah sakit Stella Maris mengetahui rencana tersebut?
Karena pada saat itu saya belum menjabat sebagai direktur RS ini, saya tidak tahu persis tentang persoalan ini. Tapi seharusnya jika ada pembanguna macam itu, mesti ada konfirmasi dari pihak pemerintah kota terhadap semua pihak yang berkepentingan terhadapnya, mungkin saja waktu itu pemerintah kota sudah menempuh mekanisme tersebut.

Apakah ada semacam MOU (memorandum of understanding) antara pihak rumah sakit dan pemkot tentang peruntukan Anjungan Pantai Losari?
Mungkin tidak sampai pembuatan MOU tapi ada pembicaraan informal mengenai pembangun anjungan tersebut. Intinya menurut kami begini, walaupun pembangunan ini dilakukan untuk memodernkan Makassar melalui pembangunan  anjungan-anjungan Pantai Losari, kami tidak ada masalah selama ada komunikasi yang baik. Apakah Kota Makassar yang ingin modern harus menggelar konser musik tiap hari? Kan tidak  begitu. Jika kegiatan-kegiatannya hanya jalan kaki, olah raga, senam pagi di anjungan Pantai Losari-kan sama sekali tidak menganggu aktivitas rumah sakit, tapi khusus acara yang menimbulkan bebunyian seperti pertunjukkan konser menurut saya harus dikomunikasikanlah. Ini kan sudah jadi norma umum dunia, kalau ada rumah sakit, masa’ ada konser di depannya, secara moral kan ini sudah tidak benar. Tinggal dikomunikasikan saja, misalnya jika ada konser musik kan masih banyak tempat lain selain anjungan yang tidak berdekatan dengan rumah sakit. Sampai saat ini saya tidak mengarang-ngarang, banyak sekali pasien yang komplain karena sangat terganggu akan keributan yang ditimbulkan. Sebenarnya untuk membunyikan klakson saja di depan rumah sakit, dipasang rambu larangan membunyikan klakson untuk menjaga ketenangan rumah sakit.

Pemerintah menganggap keberadaan Rumah Sakit Stella Maris sudah tidak tepat lokasinya, hendak dipindahkan atau ditukarguling ke tempat lain. Apakah Anda mengetahui wacana ini? Pendapat anda?
Wah.. kalau wacana ini saya baru tahu, dan saya tidak ada wewenang untuk berkomentar soal ini, pihak yayasan yang punya wewenang untuk berkomentar. Tapi jika ditanya pendapat pribadi saya, sebagai orang timur kan prinsipnya begini, saya duluan berada di sini, terus Anda yang baru datang memaksa saya harus beradaptasi dengan Anda yang baru datang bahkan harus pindah, kan rasanya tidak pas, begitu. Jadi saya tidak menyentuh wacana itu, saya juga tidak tahu dari mana isu ini berasal, tapi jika masalah operasional, keluhan-keluhan masyarakat memang ada terhadap gangguan kebisingan dari keramaian di anjungan Pantai Losari.

Sebenarnya, apa alasan dari pihak Pemkot yang sering disampaikan kepada pihak Stella Maris dengan dibangunnya Anjungan Losari dan dipakai sebagai tempat hiburan seperti gelaran konser musik?
Menurut saya konsep awalnya anjungan yang menjadi public space bagi warga kota yang butuh hiburan dan tempat melepas penat, ini bagus sekali, cuma dalam pelaksanaannya saya lihat ini yang mungkin menyimpang. Awalnya saya yakin peruntukan anjungan bukan untuk konser musik, mungkin seiring perjalanan terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam peruntukannya. Saya yakin tidak semua masyarakat suka model acara seperti ini. Mustahil kenyamanan tercipta jika ada konser musik, karena yang ada hanya kemacetan dan kesemrawutan di seputaran Losari. Yang saya tahu anjungan adalah public space untuk masyarakat Kota Makassar bukan public space untuk konser musik.

Apakah pasien Anda merasa terganggu dengan suara dan keramaian yang ditimbulkan di setiap gelaran musik di Anjungan Pantai Losari?
O iya.. banyak keluhan memang akibat kebisingan dari anjungan, sewaktu tadi saya berjalan-jalan di area rumah sakit, ada lagi pasien yang menyatakan komplainnya atas gangguan tersebut.

Keluhan-keluhan apa saja itu?
Kalau malam, tidak bisa tidur dan dan tidak bisa beristirahat dengan nyaman.

Apakah sudah ada korban?
Sampai saat ini tidak ada. Tapi secara piskologi pasti kebisingan ini sangat mengganggu.

Alasan memindahkan UGD?
Ya.. dipindahkan karena akses jalan menuju UGD saat ada konser, jalan penghibur sering ditutup untuk keperluan tersebut. Jadi mobil ambulance yang membawa pasien menjadi sulit untuk mencapai rumah sakit dan sering terjebak macet ketika berada di Jalan Penghibur.

Setelah dipindahkan, bagaimana?
Setelah dipindahkan lumayan lancar lah, karena UGD dapat diakses melalui jalan lain yang memiliki jalur dua arah dan jarang ada kemacetan, berbeda dengan Jalan Penghibur yang hanya satu arah dan sering macet ketika ada gelaran konser.

 

Mustahil kenyamanan tercipta jika ada konser musik, karena yang ada hanya kemacetan dan kesemrawutan di seputaran Losari. Yang saya tahu anjungan adalah public space untuk masyarakat Kota Makassar bukan public space untuk konser musik.


Adakah kisah seputar pasien yang kebetulan pejabat tinggi atau keluarga pejabat tinggi yang komplein atas gangguan keras itu?
Pasti ada, cuma secara spesifik saya tidak tahu, secara umum pasien di sini merasa terganggu.

Sejauh ini apa tindakan yang pihak rumah sakit bisa lakukan?
Kami akan mengkomunikasikan masalah ini, ke pihak-pihak yang terkait, seperti pihak kepolisian dan pemerintah Kota Makassar.

Cuma itu?
Hanya itu saja. Mungkin juga kami akan mengusahakan alat peredam suara di ruangan di rumah sakit ini.

Tidakkah ada keinginan dari pihak Stella Maris untuk melayangkan keluhan ke dunia internasional, ke Vatikan misalnya, atau badan kemanusiaan lainnya?
Tindakan itu kayaknya terlalu jauh. Masalah ini masih bisa dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.

Menurut Anda, apakah masyarakat Makassar tahu dan sadar bahwa keberadaan Anjungan Losari dengan konser musiknya adalah hal yang tidak manusiawi?
Saya kira masyarakat bisa menilai sendiri ketimpangan yang ada ini. Secara  normatif mana ada sih orang sakit yang ingin istirahat mau diganggu kenyamanannya oleh suara menggelegar serta bising? Saya yakin masyarakat tahu itu.


Apakah wali kota dan pemkot juga sadar akan hal itu?
Mungkin saja Bapak Wali Kota belum tahu masalah ini, dengan kata lain belum sampai di telinga beliau.

Sebagai seorang dokter, sebenarnya apa dampak negatif yang ditimbulkan kepada pasien akibat dari gangguan kebisingan?
Tentu yang namanya orang yang sedang sakit membutuhkan suasana yang tenang ya.. Masalah terganggu sudah jelas. Saya rasa pasti ada efeknya, seperti pasien-pasien yang punya penyakit jantung kan agak riskan akan suara bising.

Apakah ini turut menganggu tingkat hunian pasien yang memakai jasa pengobatan di Stella Maris, apalagi ruang VIP yang berhadapan tepat dengan sumber kebisingan?
Karena biasanya even konser hanya seminggu sekali mungkin belum sampai mempengaruhi tingkat hunian pasien, tapi jika sampai setiap hari di gelar mungkin akan sangat berpengaruh, karena gangguannya akan sangat luar biasa.

Syarat lingkungan rumah sakit yang ideal itu sebenarnya seperti apa?
Sebenarnya semua ada ketentuannya di AMDAL bangunan rumah sakit ini, dan semuanya pasti berhubungan terutama suasana yang tenang.

Jika Wali Kota Ilham berada di depan Anda sekarang, apa yang hendak Anda sampaikan?
Yang pasti sebagai masyarakat yang baik, kami akan memberikan masukan, dan saya optimis beliau akan memperhatikan masalah ini. Mungkin karena beliau sangat sibuk sehingga belum sempat mendengar persoalan ini.

Apa yang Anda bayangkan jika semua anjungan di Pantai Losari selesai, dan serempak di atasnya melakukan konser musik dan suara penonton riuh memadati lokasi tersebut?
Jadi seperti ini, adanya persoalan ini kan bukan hanya kami yang merasa terganggu, pihak lain pun terganggu, saya yakin terganggu, seperti pengusaha hotel, rumah makan dan stakeholder lainnya yang ada di Pantai Losari pasti akan komplain. Bayangkan kalau semua jalan ditutup ketika ada konser musik, pengunjung hotel kan kesulitan untuk mencapai hotel yang ada di pantai losari. Juga kerawanan sosial pun gampang sekali muncul, ribut dan ribuan orang berkumpul, siapa yang tanggung jika ada kerusuhan, jika terlalu banyak orang yang berkumpul dalam satu tempat. 

Panggung konser dan RS Stella Maris. "Tidak bermoral.."
Panggung konser dan RS Stella Maris. "Tidak bermoral.."

 


Anda menyebut apa pembangunan macam ini?  
Kesannya, konsep awal pembangunan anjungan Pantai Losari tidaklah tercapai malah yang timbul adalah kesemrawutan. Tujuannya kan untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Makassar, dan pariwisata yang baik tidak ada kesemrawutan dan kemacetan di dalamnya. [V]

 

 

Satpam RS Stella Maris: “Pak Yusuf Manggabarani Geleng Kepala”

Basri. Satpam RS Stella Maris. (Foto Zainal Rahman)
Basri. Satpam RS Stella Maris. (Foto Zainal Rahman)
NAMANYA Basri. Bekerja sebagai satpam di Rumah Sakit Stella Maris sejak 10 tahun yang lalu. Mengaku sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan dari keramaian yang ada di Anjungan Pantai Losari. Suara musik konser bagai menderu, menggedor, kaca-kaca pada bergetar, bahkan ada yang pecah dihantam suara sound system. Tak sedikit keluhan dari pasien yang datang padanya, selain tentu saja tertuju kepada pimpinan RS.

“Kalau ada acara panggung nyanyi di Anjungan, pasti pimpinan telepon saya, dan saya tahu itu telepon tentang apa, apa lagi kalau bukan keluhan pasien atas ketaknyamanan yang pasien rasakan. Saya diperintahkan pimpinan untuk menghadap ke panitia acara untuk mohon volume soundnya diperkecil. Begitu selalu.”
 

 

Belum lagi kalau mereka mencoba sound system mereka, biasanya menaikkan volume setinggi mungkin, dan di jam-jam yang tenang, seperti jam 11 siang ke atas, ungkap Basri. Sangat mengganggu. Jendela kaca terdengar seperti ada yang menggedornya dengan keras.

 

Sangat mengganggu. Jendela kaca terdengar seperti ada yang menggedornya dengan keras



“Akses jalan menuju ke RS Stella Maris kerap tertutup sama sekali. Karena pengunjung konser sering memarkir kendarannya di sepanjang Jalan Datu Museng, di depan gerbang kami, hingga ke Jalan Muhtar Lutfi. Dulu Unit Gawat darurat (UGD) kami ada di depan, tapi karena sering tertutup, tak ada akses untuk calon pasien masuk, dan terlalu bising, kami pindahkan ke belakang, agar bisa masuk lewat jalan Datu Museng. Tapi sekarang itupun sering bermasalah. Masih bising, dan kerap tertutup oleh kendaraan pemilik pengunjung yang diparkir,” jelas Basri sambil menunjukkan kaca jendela yang pecah akibat digedor suara konser musik di Anjungan.

Kaca jendela pecah. Digedor suara konser. (Foto Zainal Rahman)
Kaca jendela pecah. Digedor suara konser. (Foto Zainal Rahman)
Ada baiknya para pejabat merasakan sendiri bagaimana bisingnya kalau ada acara di anjungan, lanjut Basri sembari bercerita bagaimana ibu Yusuf Manggabarani pernah di rawat inap di VIP RS Stella Maris, saat konser musik berlangsung di Anjungan. Pak Yusuf Manggabarani cuma bisa geleng-geleng kepala.

Sebagai sesama umat beragama, keberadaan keramaian di depan rumah sakit, sangatlah tidak dibenarkan. Aturan dilarang membunyikan klakson di depan rumah ibadah, dan rumah sakit, rasanya sudah cukup menyadarkan akal sehat kita, betapa kenyamanan dan ketenangan amat dibutuhkan oleh si pasien. Bagaimana lagi kalau konser dan nyanyi-nyanyi di depan rumah sakit? Tanya Basri serius, yang ternyata seorang muslim ini. [V] Zainal Rahman

 

1 comment

"Abi FULKA"'s picture
"Abi FULKA" wrote 44 weeks 3 days ago

Harusnya Pemerintah kota

Harusnya Pemerintah kota Dalam Hal ini, bapak walikota makassar bisa bertindak cepat untuk mengatasi masalah - masalah vital yang terjadi seperti ini. bukan hanya proses nya tapi juga seluruh aspek yang berkaitan dengan itu semua, terutama bagaimana konsistensi konsep dan orientasi pemerintah kota makassar, dari awal proses revitalisasi tsb. sangat disayangkan, apabila ada pihak - pihak tertentu yang merasa dirugikan. pemkot makassar harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dalam melakukan proses revitalisasi. apalagi yang dirugikan disini adalah Rumah Sakit ( "tempatnya orang berobat" Aduuuh.. kasian pak ). Kita tau RS. Stella Maris, yang notabene keberadaannya sebagai RS. pertama di kota daeng adalah salah satu ikon kota makassar juga pak... jadi tolong jangan di lupakan itu. Revitalisasi sendiri bukan sesuatu yang hanya berorientasi pada penyelesaian keindahan fisik, peningkatan ekonomi, dan pengenalan budaya saja. revitalisasi dalam rangka untuk mengubah citra suatu kawasan juga sangatlah penting. contohnya, di kawasan Jl. Nusantara yang citra nya sangat buruk sebagai kawasan " -HIBURAN " bisa dirubah menjadi kawasan "+HIBURAN". jangan karena mentang - mentang kawasan tersebut bayar pajaknya ke pemerintah tinggi, jadi harus mengorbankan kawasan lainnya tanpa memperhatikan sejarah, makna, keunikan lokasi dan citra tempat itu sendiri.   

Add your comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly. If you have a Gravatar account associated with the e-mail address you provide, it will be used to display your avatar.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Image links with 'rel="lightbox"' in the <a> tag will appear in a Lightbox when clicked on.

More information about formatting options